Mauricio Pochettino, Hengkang Sebagai Legenda, Datang Sebagai Juru Selamat

Mauricio Pochettino, Hengkang Sebagai Legenda, Datang Sebagai Juru Selamat

Mauricio Pochettino resmi menjadi arsitek klub besar Paris Saint Germain. Posisi pelatih utama sedang kosong saat ini menyusul dipecatnya Thomas Tuchel dari kursi pelatih meskipun ia (Tuchel) membawa kemenangan 4-0 atas Strasbourg.

PSG akan benar benar menjadi klub yang lebih berbahaya disbanding musim lalu. Mengapa? Mari kita bedah Bersama sama.

Prestasi terbesar Poch adalah membawa Spurs ke Final Liga Champions 2019. Sama dengan Tuchel, Poch Gagal mengangkat trofi si kuping lebar karena kalah di final dengan skor 2-0 meski bermain menyerang sepanjang permainan. Pada saat itu, Spurs bukan merupakan tim yang diperhitungkan untuk melaju ke babak semifinal. Salah satu hal yang menarik adalah spurs tidak melakukan pembelian selama 3 jendela transfer.

Dengan pemain yang tidak berubah selama satu setengah musim, Poch mampu membawa Spurs meraih runner up Champions.

Bayangkan dengan klub PSG yang setiap jendela transfer membeli pemain mahal dengan sumber daya uang yang tak terbatas. Beberapa pemain yang diinginkan dengan mudah dibeli sehingga racikan taktik yang dipikirkan lebih mudah terlaksana.

Komposisi pemain PSG saat ini diatas pemain Spurs pada saat terakhir ditangani oleh Poch. Sebutkan saja, ada Mbappe, Neymar, Navas, Di Maria, dan sederet pemain bintang lainnya. Poch bisa hampir dipastikan sukses menangani tim ini.

Royalnya Pemilik Club dari PSG disbanding Levy (Chairman Spurs) mampu memberikan pemain baru yang sesuai dengan kriteria Poch. Di Spurs, Poch sering gagal mendapatkan pemain yang diinginkan akibat keterbatasan budget dan ‘pelitnya’ sang chairman.

Itulah beberapa hal yang mungkin terjadi apabila Poch melatih PSG berdasarkan pengalamannya di klub sebelumnya. Namun ada factor yang mungkin akan menjadi kendala bagi Poch, yakni sosoknya belum pernah melatih tim yang dihuni sederet pemain bintang, sehingga ada kemungkinan Poch akan kesulitan apabila ada masalah individu pemain.

Sama seperti Ketika Eriksen ingin hengkang, permainannya sangat menurun sehingga Spurs berada posisi belasan di Premier League yang berujung pemakzulan Poch.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image