Kesabaran Klub untuk Para Legenda, Kursi Panas Lampard, Pirlo dan Arteta

Kesabaran Klub untuk Para Legenda, Kursi Panas Lampard, Pirlo dan Arteta

Musim 2020/2021 mungkin akan diingat sebagai salah satu musim paling padat di sepakbola. Bayangkan, setiap tim harus bermain setidaknya 3 kali dalam satu pekan.

Selain itu banyak sosok-sosok legenda tim yang diberikan kesempatan untuk menjadi Manajer atau pelatih kepala sebuah kesebelasan.

Mulai dari Andrea Pirlo di Juventus, dan nama-nama musim lalu sudah menjadi Manajer, mulai dari Frank Lampard di Chelsea, Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United hingga Mikel Arteta di Arsenal.

Hasilnya sejauh ini beragam, ada yang sedang menghuni papan atas, ada juga yang justru terseok-seok di Liga.

Di satu sisi, penunjukan “orang lama” di sebuah kesebelasan menjadi Manajer adalah bukti bahwa tim-tim besar saat ini mulai menyadari pentingnya keberlangsungan dan tradisi dalam sebuah klub, tetapi pertanyaan kemudian muncul, seberapa sabar pemilik klub menjalani proses di era sepakbola modern yang sangat mudah memecat Manajer?

Frank Lampard misalnya, sempat menjanjikan di awal musim, dan disokong dengan pembelian pemain berkualitas, sempat membawa Chelsea ke pucuk klasemen.

Kini dengan posisi yang nyaris terlempar di 4 besar di klasemen, Lampard diambang pemecatan usai sang pemilik Roman Abramovich melakukan rapat internal terkait pencapaian klub.

Mikel Arteta juga dalam tekanan besar, Arsenal yang sempat menghuni papan bawah, membuat pria asal Spanyol ini sempat dikabarkan menjadi Manajer Premier League pertama yang dipecat oleh klub.

Andrea Pirlo pun tidak lepas dari gonjang-ganjing pemecatan, beruntung, performa Juventus yang mulai membaik, membuat posisinya sementrara ini aman.

Sepakbola saat ini menuntut hasil cepat nan instan, tidak jarang Manajer hanya diberikan beberapa laga sebelum dipecat karena tidak sesuai ekspektasi, padahal setiap Manajer memerlukan waktu untuk menerapkan, apa yang menjadi dasar sepakbola yang mereka anut.

Ketika Bill Shankly datang ke Liverpool pada 1959, ia tidak langsung memberikan gelar, dan bahkan Liverpool berkecimpung di Divisi Kedua, butuh 5 tahun bagi Bill untuk membangun tim yang merajai Inggris pada medio 60 hingga 80-an.

Pun dengan Sir Matt Busby, ia datang ke Manchester United bukan dengan CV mentereng, Busby datang “hanya” bermodalkan pengalaman sebagai pelatih di tim Angkatan Darat Inggris Raya. Sama seperti Shankly, Busby butuh waktu membuat Manchester United menjadi tim papan atas dan melahirkan banyak pemain ternama.

Dua cerita di atas membuktikan bahwa, dengan sosok  yang visioner, meskipun minim nama besar ataupun latar belakang yang mentereng, ketika diberikan waktu untuk belajar, bisa menyulap tim papan bawah menjadi salah satu elite di Liga.

Semua menginginkan sentuhan midas seperti yang dilakukan Pep Guardiola di Barcelona, atau Jurgen Klopp di Liverpool. Tetapi yang dilupakan, kedua sosok ini juga diberikan kesempatan oleh tim sebelumnya untuk belajar dan diberikan waktu untuk mendapatkan pengalaman.

Pep diberikan waktu selama satu tahun melatih tim akademi Barcelona, dengan filosofi yang kuat, Pep kemudian sukses membawa Barcelona menjadi tim elite yang terkenal dengan pemain muda binaan akademi yang selalu bermunculan.

Setali tiga uang dengan Klopp, bukanlah pemain bintang di Mainz 05, ketika menjadi pelatih, Klopp butuh 7 musim mengembangkan permainan gegenpressing., bahkan Klopp pernah membawa Mainz 05 terdegradasi ke Bundeliga 2, sebelum kini menjadi salah satu sosok revolusioner di Premier League.

Maka, pemecatan pelatih hanya akan menjadi batu sandungan bagi para Manajer baru ini berkembang, dan bagi sebuah kesebelasan, keberlanjutan akan terhenti apabila semua pemilik klub, memilih hasil instan dibandingkan proses.

Dan menarik melihat sejauh apa kiprah Arteta, Pirlo dan Lampard, apakah klub akan memberikan kesempatan bagi para legenda ini untuk menjadi Manajer, atau justru berakhir dengan surat pemecatan di akhir musim?

Yang pasti, Ole Gunnar Solskjaer tetap akan bertahan di Manchester United, apapun hasil Setan Merah di Premier League musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image