Barcelona vs PSG, Rapuhnya Lini Belakang, Ujian Taktik Pochettino-Koeman

Barcelona vs PSG, Rapuhnya Lini Belakang, Ujian Taktik Pochettino-Koeman

Barcelona akan menjamu Paris Saint-Germain (PSG) saat kedua tim bertemu di leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (17/2) dini hari nanti WIB. Berikut prediksi Barcelona vs PSG di Liga Champions.

Tuan rumah sedang dalam tren apik usai meraih tujuh kemenangan dalam delapan laga terakhir di semua ajang. Faktor itu juga yang membuat tim asuhan Ronald Koeman tersebut lebih diunggulkan atas PSG.

Sementara itu, PSG bertandang ke Barcelona tanpa dua pemain andalan: Neymar dan Angel Di Maria karena cedera.

Banyak pengamat memprediksi Barcelona akan meraih kemenangan, belum tentu, beberapa faktor bisa menjadi batu sandungan anak asuh Ronald Koeman ini.

Mari melihat squad dari PSG era Pochettino. Memang benar, kehilangan ujung tombak dan kreator serangan handal sangat merugikan PSG, namun PSG masih memiliki pemain lain yang mendekati hebatnya. Sebut saja Moise Kean dan Julain Draxler.

Terakhir keduanya mencetak gol saat melawan Nice dengan kemenangan 2-1. Moise Kean yang seorang striker ditarik kesamping untuk menusuk dari samping.

Selain tusukan, Kean juga berperan sebagai penahan dan pemantul, mirip seperti seorang Target Man. Gol pertama terjadi berkat Kean menahan, dan mendistribusikan bola ke Kehrer yang overlap ke depan kemudian mengumpan datar menuju icardi yang sepakannya membentur mistar, beruntung Draxler langsung menceploskan bola ke gawang hasil dari muntahan mistar gawang.

 Sebenernya bukan beruntung Draxler berada di tempat muntahan bola, namun karena posisi Draxler sebagai Second Striker di belakang Icardi. Tugasnya bisa menjadi pembagi bola atau penyerang bayangan yang menekan garis pertahanan lawan atau bisa juga sebagai opsi ke-dua apabila terjadi kemelut di depan gawang.

Yaps, Pochettino selalu menggunakan posisi ini untuk membuat peluang Gol lebih besar. Di Spurs, Poch menggunakan Dele Alli di posisi itu, lihat sendiri koleksi golnya. Dan sekarang menggunakan Di Maria atau Draxler di posisi itu. Kita bisa nantikan berapa jumlah gol yang diciptakan 2 pemain ini. Dan Barcelona harus mewaspadai ini.

Namun, kelemahan PSG ada pada pertahanannya. 2 wing back yang selalu overlap membantu serangan kerap kelabakan Ketika terjadi serangan balik. Selanjutnya, bek tengah yang masih belum solid masih terlihat pada duet Marquinhos dan Kimpembe.

Mereka berdua kerap membuat kesalahan yang berujung gol untuk tim lawan. Untuk Kiper dan pemain tengah, PSG masih handal di lini ini.

Mari kita lihat sang tuan rumah, Barcelona. Ronald Koeman punya banyak opsi pemain dalam taktiknya. Tidak ada yang berhalangan sampai saat ini. Terakhir Barca menang 5-1 atas Alaves. Tidak bisa menjadi patokan sebenernya karena lawan yang dihadapi adalah Alaves.

Melihat pertandingan sebelumnya lagi, semifinal leg-1 melawan Sevilla. Kala itu, Barca kalah 2 gol tanpa balas. Benar, tanpa balas, tanpa mencetak gol sebiji pun. Squad utama yang dimainkan minus Pique akibat cidera. Sevilla mampu meredam permainan Barcelona yang penguasaan bolanya hampir imbang 54-46 untuk Barca. Secara permainan Barca kesulitan membongkar pertahanan Sevilla dan membuat peluang emas (hanya sekali saat Messi gagal mengkonversi gol setelah berhadapan satu lawan satu dengan kiper).

Kelemahan Barca ada di pertahanan. Bedanya dengan PSG, bek tengah masih kerap melakukan kealahan dan telat turunnya wingback Ketika serangan balik. Tapi Barca tidak mengandalkan serangan balik sehingga pertahanan PSG  punya waktu untuk merapatkan barisan pertahanan. Pertahanan Barca rapuh karena koordinasi dan kurangnya support dari lini tengah.

Busquets yang sudah tidak muda, musim ini kesulitan melaksanakan tugasnya yaitu memotong bola serangan lawan. Pique kemungkinan bisa tampil lawan PSG, namun itu masih bukan jawaban dari kelemahan Barca.

Jika bicara lini tengah, kedua kesebalasan sama sama Tangguh. Lini serang? Hmm. Barca diprediksi bisa menang karena unggul dalam serangan. Karena perbandingannya saat melawan Alaves yang tidak apple-to-apple dengan PSG. Padahal PSG bisa setara dengan Sevilla yang Barca sendiri tidak mampu membuat gol dengan trisula mautnya Griezman-Messi-Dembele.

Kami kira, Barca juga kesulitan menembus pertahanan PSG dan PSG dengan mudahnya menembus pertahanan Barca. Tapi kami memprediksi pertandingan ini berakhir imbang sama kuat. Factor yang menjadi penguat Barca ada di tuan rumah. Barca superior di kandangnya, meskipun terakhir lawan PSG barca kalah 0-4. Bisa kita saksikan dini hari nanti apakah benar atau tidak prediksi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image