Kandidat Manager Tottenham Musim Depan Ada di Tangan Daniel Levy

Kandidat Manager Tottenham Musim Depan Ada di Tangan Daniel Levy

Tottenham Hotspur telah Menyusun daftar kandidat manager menyusul pemecatan Jose Mourinho. Klub London utara itu membebaskan Jose Mourinho dari tugasnya sebagai pelatih kepala bulan lalu dan menempatkan Ryan Mason sebagai pelatih sementara hingga akhir musim. 

Namun, belum ada bocoran siapa siapa saja yang masuk dalam daftar tersebut.

Ada beberapa nama yang diisukan media media besar masuk dalam daftar tersebut. Diantaranya, Jualian Nagelsmann, Brendan Rodgers, Erik ten Haag, Graham Potter, Scott Parker, Simone Inzaghi, Antonio Conte, Rafael Benitez, Maurizio Sarri, Gian Piero Gasperini dan Massimiliano Allegri. 

Selain nama nama tersebut, Ryan Mason cukup bisa dipertimabangkan untuk masuk dalam list tersebut meskipun management spurs mengatakan bahwa Mason hanya sampai akhir musim. 

3 nama pertama langsung menegaskan bahwa mereka tidak pindah ke Spurs. Nagelsman bergabung ke Bayern Munich, Brendan Rodgers bertahan di Leicester (posisi Leicester lebih besar berpeluang ke Champions dibanding spurs), dan Erik ten Hag bertahan di Ajax (sempat tertarik pindah ke spurs, namun memilih perpanjang kontrak).

Lantas siapa yang berpeluang besar menjadi manager spurs musim depan?

Mari kita lihat dari keinginan Chairman Spurs, Daniel Levy. Ia menginginkan pelatih kepala yang muda, berpengalaman, punya visi jangka Panjang, dan tentunya, murah. Muda tapi berpengalaman seperti syarat kerja di perusahaan aja yang menjadi insekuritas dari fresh graduate. Bagaimana bisa? Tentu tidak seperti yang dibayangkan. 

Muda dan berpengalaman bukan seperti fresh graduate, contohnya Ryan Mason saja dipercaya jadi pelatih kepala sementara (walau hanya sementara) yang usianya baru 29 tahun, lebih muda dari kaptennya, meskipun pengalaman masih minim. Punya visi jangka Panjang yaitu mempunyai mapping planning jauh ke depan, seperti yang dilakukan jurgen Klopp dan Antonio conte yang mengatakan butuh waktu 2-4 tahun untuk memperoleh trofi. 

Levy sadar betul bahwa tidak bisa instan dalam mengelola sepakbola, terbukti bahwa Mourinho yang diharapkan bisa memberi trofi secara instan pun didepak karena prestasi memburuk. Kemudian mampu  mengorbitkan pemain muda harus termasuk dalam visi calon pelatih kepala, mengingat Spurs telah investasi besar dalam peningkatan mutu fasilitas latihan dan akademi. 

Yang terakhir adalah murah, bukan berarti gajinya murah. Murah dalam artian tidak membeli pelatih yang masih terikat kontrak dengan klub lain lebih dari 1 tahun. Seperti Erik ten Hag, yang hapir merapat ke Spurs, namun lebih memilih memperpanjang kontrak 1 tahun dengan Ajax. 

Levy mampu untuk membawa Erik namun harganya mahal karena harus bayar kompensasi ke Ajax, sehingga opsi tersebut tidak mungkin terjadi. Tapi Levy mampu menggaji pelatih kepala dengan sangat mahal, mengingat Pochettino dan Mourinho saat di spurs termasuk mendapat gaji tertinggi di Premier League.

Dari keinginan tersebut, kita sudah merangkum beberapa kemungkinan yang akan menjadi pelatih Kepala Spurs.

  1. Graham Potter

Potter musim ini mampu membawa Brighton bertahan di Premiere League. Ia masih muda berumur 45 tahun. Mampu mengorbitkan pemain muda terbukti pada saat melatih Swansea 18/19 ia menggunakan 7 pemain 22 tahun atau dibawahnya dalam squad besutannya meskipun finish di peringkat 10 Championship Division. 

Tak hanya itu, di Brighton ia mampu memainkan kurang lebih 20 pemain berumur 22 tahun dan dibawahnya. Ia juga mempunya visi taktik yang akan dirindukan oleh fans Spurs, yaitu permainan menyerang  yang progresif dengan umpan umpan cepat.

  • Scott Parker

Gagal menyelamatkan Fulham dari degradasi musim ini. Masih muda 40 tahun. Mampu membuat Fulham bermain terbuka dan menyerang. Selain itu Parker merupakan mantan gelandang spurs yang sangat dicintai fans. 

Namun, kabar terkini menyebut bahwa Parker menepik isu tersebut dan akan focus untuk membawa Fulham Kembali ke Premiere League musim depan, dan Fulham bersedia untuk jorjoran dalam bursa transfer mendatang untuk mendukung Parker.

  • Simone Inzaghi

Mampu membawa Lazio juara coppa italia 1x dan supercoppa italia 2x. masih muda berumur 45 tahun. Kontrak akan berakhir akhir musim ini meskipun Lazio sudah ada pembicaraan dengan Inzaghi terkait perpanjangan kontrak. 

Selain itu, ia memiliki gaya taktik permainan mirip dengan Mourinho menggunakan 3-5-2 dengan 2 wingback yang mana sangat dikecam oleh fans karena terbukti tidak cocok dengan Spurs.

  • Antonio Conte

Nama ini muncul dan semakin mencuat karena Inter akan memangkas gaji pelatih dan pemain meskipun telah juara serie A yang membuat Conte ingin hengkang. Spurs merupakan destinasi cocok untuk berlabuh.

 Pengalaman trofinya banyak wabilkhusus pernah menjuarai Premiere League Bersama Chelsea merupakan point plus. Ia merupakan kandidat terkuat apabila Levy menginginkan jaminan trofi yang sudah sangat lama dirindukan.

  • Rafael Benitez

Pelatih kawakan yang sudah malang melintang di Eropa. Pengalamannya sudah tidak diragukan lagi meskipun usia yang tidak lagi muda untuk ukuran pelatih. Posisi sekarang yang masih kosong dari job membuat Namanya muncul di permukaan. 

Namun Levy harus mempertimbangkan mengingat ia sedikit cekcok dengan pemilik sehingga ia tidak diperpanjang kontraknya karena merasa pemilik klub lebih mementingkan bisnis dibanding sepakbola

  • Sarri, Gasperini dan Allegri

Nama nama ini muncul hanya sebagai pelengkap, meskipun pengalamannya tidak diragukan lagi. Namun bagi kami kecil kemungkinan untuk melatih spurs karena selain dari usia yang sudah tua, juga karena nama nama tersebut tidak ada keinginan untuk melatih spurs.

Selain dari nama nama diatas, masih ada kemungkinan untuk Ryan Mason menjadi Pelatih Kepala tetap musim depan, tapi syaratnya harus mampu membawa Spurs ke Liga Champions, hal yang menjadi mustahil mengingat baru saja Spurs Kalah 1-3 dengan Leeds yang membuat Spurs semakin tipis kemungkinannya untuk berada di Top 4.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image